Head Line :
Tampilkan postingan dengan label puisi terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi terbaru. Tampilkan semua postingan

bidadari tak bersayap | kumpulan puisi

Penulis : Unknown on Selasa, 01 Januari 2013 | 02.54

Selasa, 01 Januari 2013


Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
sama seperti melihat keindahan wajahnya.

Sungguh kuat dia menghadapi ini semua. . .
menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.
merasakan penderitaannya sendirian.
dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap,
tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti.....
berada di atas awan.
komentar | | Read More...

KESEPIAN | puisi rindu

Penulis : Unknown on Kamis, 29 November 2012 | 08.16

Kamis, 29 November 2012

Add caption

Menapak disetiap jejak kaki
Menuju gerbang kebahagiaanDisini kuberharap akan hadirnya dirimuMenemani di kegalauan hatiMenghapus awan kelabu yang membalut jiwaMenghapus kerinduanku yang menggeloraDatanglah kasih dimalam sunyi iniIngin kudamai dalam dekapan cintamuBelai diriku dalam dalam dinginnya malamYang menyeruak kedalam bilik asmarakuJangan kau biarkan mawar cintaku melayuTanpa siraman air kasihmuKu ingin kecupan mesra menghantar tidur lelapku…
komentar | | Read More...

engkau | puisi terbaru

Penulis : Unknown on Kamis, 22 November 2012 | 06.08

Kamis, 22 November 2012

Add caption

laksana embun yang selalu menyejukkan hati
laksana mutiara bersinar di hamparan pantai yang luas
laksana bulan yang menerangi malam yang gelap
laksana mentari yang selalu menghangatkan bumi
laksana pelangi yang terbentang menghiasi langit
laksana bintang yang berkedip di tengah langit yang gelap dan luas
laksana kecapi yang dipetik dari dawaynya dengan lembut
laksana kalbu yang tersentuh oleh hasrat yang terindah
itulah segala ungkapan hatiku akan dirimu..
komentar | | Read More...

daun dan bunga | puisi

Add caption
Pohon bersembunyi dalam malam
Menghempaskan dahan dan ranting mencabik sunyi
Daun menjerit berjatuhan,
seakan terpaksa menghempasakan tubuhnya ke bumi
bungabunga mekar tengah malam
terombang-ambing terbawa anggin menuju awan
menembus mimpi katamu!
Dan ku mulai bertanya pada jajaran pepohonan
Hai pohon kenapa kau hanaya diam melihat daunmu tersungkur
Kenapa kau hanya bisu melihat bungamu terombang-ambing dibawa anggin
Padahal aku tahu!
Bahwa kau juga tak rela melihat semua itu!
Dan sekarang kau harus menjulurkan rantingmu membawa daun kembali
Menghempaskan akarmu mencabut bunga yang hilag!
Agar mereka tahu jalan pulang ke pada-Mu
komentar | | Read More...

puisi mandi penganten

Penulis : Unknown on Rabu, 21 November 2012 | 12.29

Rabu, 21 November 2012


Add caption

berkembanlah cucu ku
batik berbunga cerah baru tak berjahit
bersimpuh senyumlah menghadap matahari terbit
telah nenek siapkan air doa selamat air yasin
bercampur kembang siantan lima warna
mawar dan melati cina
rerenjis mayang pinang kembang urai tak cecah tanah
di bawa bujang berkelek celah ketiak kanannya di larang berludah.
jirusrenjis pertama ini di bahu kanan mu, jangan lupakan ibu mu
jirusrenjis kedua ini di bahu kiri mu, jangan lupakan ayah mu
jirusrenjis ketiga ini di muka mu, naik seri wajah bulan penuh indahnya
jirusrenjis keempat ini di belakang mu, naik seri wajah bulan terbit senja
jirusrenjis kelima ini di kepala mu, junjung setiaberahi zulaikha pada yusuf
jirusrenjis keenam ini pinggang mu, cambahkan benih umat muhammad
jirusrenjis ketujuh ini penamat, sekujur kaki mu
jangan melangkah tanpa izin suami
meski cuma ziarah ibuayah yang hampir mati
berdirilah cucu ku
lepaskan kemban batik mu
lemparkan ke bumbung rumah
nikah mu malam ini pasti mudah.
cucu ku
bersimpuhlah dengan kemban tiga lapis
ini pusaka lama leluhur mu berzaman
acara bersambut cermin dan pelita
bersama tiga dayang dan ibu mu sendiri
tujuh kali bersambut dari kanan ke kiri
mata melihat mu tak akan tidur tujuh hari
ini secubit bubur kuning dan putih, jamahlah
kuning dan putih telur, rasalah
lengkap sudah seri pengantin
seri wajah zahir batin.
komentar | | Read More...
ads

Popular posts

 

Copyright © 2011. dolapdolop | kumpulan puisi dan lagu . All Rights Reserved.
Design Template by dpdp | Support by creating website | Powered by Blogger