Head Line :
Tampilkan postingan dengan label cerita dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita dewasa. Tampilkan semua postingan

SHOW shahru khan ternyata LYPSINC

Penulis : Unknown on Rabu, 12 Desember 2012 | 23.00

Rabu, 12 Desember 2012



DP.COM Agaknya para penonton Shah Rukh Khan Temptation Reloaded Live in Concert di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2012) malam selama kira-kira tiga jam, tak peduli bahwa Shah Rukh Khan (SRK) hanya melakukan lipsync, bukan menyanyi secara live, meskipun ada kata-kata "Live in Concert" pada nama pertunjukan tersebut. Bagi mereka, yang penting adalah bisa melihat langsung sosok dan goyang SRK serta ikut menyanyi dan bergoyang bersamanya.   

Aktor, profuser film, dan pemilik klub kriket itu hadir di depan mata para penonton setelah mereka dimanjakan dengan cuplikan konser SRK di berbagai negara. Begitu pria kharismatik itu, yang disorot cahaya terang, terlihat berdiri di atas sepeda motor gede, meledak lah histeria para penonton.  "Halo, selamat malam, assalamualaikum. Kami di sini menghibur untuk Anda," seru SRK.

Tanpa basa-basi, sejumlah lagu tema dari film yang pernah dibintanginya, seperti "Josh", "Batsha", "Kuch Kuch Hota Hai", "Dewani le Jayenge", "Kabhi Kushi Kabhi Gham", "Mohabatain", "Chori Chori Chupke Chupke", dan "Caak Zum Zum Caak" diluncurkannya. Ia membawakan lagu-lagu itu secara lipsync alias bibirnya tinggal bergerak-gerak mengikuti hasil rekaman nyanyian-nyanyiannya yang diperdengarkan melalui sound system kepada para penonton. Tapi, para penonton rupanya tidak ambil pusing. Lebih-lebih, mereka juga dihibur oleh akting dan goyang SRK di panggung.

Memang, dalam jumpa pers sehari sebelumnya, Jumat (7/12/2012),  di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, SRK mengatakan, dirinya bisa bernyanyi atau tidak, melakukan lipsync atau tidak, itu bukan masalah. "Hei, kata siapa saya tak bisa bernyanyi? Perlu bukti?" ujarnya ketika itu lalu mendendangkan sepotong "Kuch Kuch Hota Hai" dengan kualitas vokal rata-rata saja. "Tidak jadi masalah. Kami ingin menghibur Anda. Saya seorang Pavarotti (penyanyi tenor ternama dari Italia)," lanjutnya dalam canda.

Shah Rukh Khan Temptation Reloaded Live in Concert juga menampilkan tiga bintang Bollywood lainnya sebelum SRK beraksi. Mereka adalah Bipasha Basu, Preity Zinta, dan Rani Mukherjee. Semuanya juga menghibur secara lipsync, kecuali Bipasha, yang menyuguhkan salah satu lagunya secara minus one (vokalnya live, hasil rekaman musiknya diperdengarkan melalui sound system).   
Ngaret kira-kira satu jam dari jadwal yang telah ditentukan, pada pukul 21.00 WIB pertunjukan itu dibuka oleh Bipasha. Para penonton menjerit hisetris begitu Bipasha bersama para penari latarnya naik ke pentas. Ia lalu menyajikan sejumlah lagunya dalam medley. Belly dance pun membumbui penampilannya.

Sehabis Bipasha, ada Preity. Si cantik membuat gemas para penonton ketika ia berlari di antara bangku-bangku penonton. Jerit histeris kembali terdengar ketika Rani, yang berbalut blus hitam dan rok merah. tampil setelahnya. Ia menggelindingkan salah satu lagunya yang paling dinanti, "Koil Mil Gaya". Para penonton pun bernyanyi dan bergoyang bersama.
komentar | | Read More...

suara desahan membuat kita bergairah

Penulis : Unknown on Sabtu, 24 November 2012 | 05.11

Sabtu, 24 November 2012


Mempunyai suara yang menggoda belum tentu menjadi daya tarik bagi perempuan untuk merayu seorang pria. Hasil studi yang dimuat Biology Letters, jurnal yang diterbitkan akademi sains de-facto Inggris, Royal Society menyebutkan bahwa pria terpikat oleh kejelasan pesan dari perkataan yang dilontarkan seorang perempuan. Semakin tinggi nada suara yang diciptakan ketika perempuan menyampaikan perasaannya, semakin tinggi pula daya tariknya terhadap seorang pria. Studi yang merupakan hasil riset beberapa ilmuwan Inggris ini searah dengan riset sebelumnya yang mengisyaratkan bahwa nada suara yang lebih tinggi dari nada suara rata-rata berkaitan dengan usia muda dan kesuburan di kalangan perempuan. Riset ini diadakan dengan menanyakan tanggapan dari 30 pria yang diperdengarkan rekaman suara dari 4 perempuan berusia sekitar 25 tahun yang mengungkapkan frasa "aku benar-benar menyukaimu." Para peserta riset ditanyai pendapatnya mengenai daya tarik yang ditimbulkan sepenuhnya dari rekaman suara keempat wanita tanpa melihat rupa para wanita tersebut. Diketahui bahwa saat nada suara rekaman ini sedikit dinaikkan volume suaranya ketika diputar ulang, semakin tinggi daya tarik yang ditimbulkannya. Namun, saat pria peserta studi tersebut mendengarkan rekaman suara perempuan yang sama dan menyebut frasa "aku benar-benar tidak menyukaimu," mereka tidak terpikat dengan suara yang ada, tanpa memperdulikan tinggi-rendah nada suaranya. 
Periset dalam studi ini menyebutkan bahwa petunjuk verbal yang jelas merupakan salah satu dari sekumpulan sinyal yang dikirimkan oleh seorang perempuan untuk memikat hati seorang pria. Sinyal pemikat lainnya adalah senyuman, beradu pandangan mata serta ekspresi wajah yang mempesona. Benedict Jones, seorang profesor Universitas Aberdeen Skotlandia yang memimpin riset ini, menyebutkan kejelasan pesan yang dibutuhkan pria dari wanita merupakan sikap evolusioner residual. "Urusan pikat-memikat membutuhkan kepastian yang nyata," tegas Benedict Jones. Menurut Jones, dalam urusan menciptakan daya tarik, mengabaikan kejelasan maksud hati merupakan pekerjaan yang sia-sia dan menghabiskan waktu. Dengan kata lain, kecantikan dari seorang perempuan belum menjadi jaminan daya tarik bagi seorang pria. 

sumber srak sruk 
komentar | | Read More...

REMAJA 16 TAHUN MENINGGAL KARENA TERLALU SERING MASTRUBASI

Penulis : Unknown on Jumat, 23 November 2012 | 10.44

Jumat, 23 November 2012

Seorang bocah laki-laki berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia setelah melakukan masturbasi sebanyak 42 kali tanpa henti dalam satu malam. Ibu si anak mengkonfirmasikan bahwa anaknya memiliki masalah kecanduan seks dan sudah berencana membawanya ke dokter tetapi terlambat.

Si anak mulai melakukan aktifitasnya saat tengah malam dan menghabiskan waktunya sepanjang malam tersebut dengan merangsang tubuhnya sendiri dan melakukan masturbasi.
Di sekolah, teman-temannya mengetahui kebiasaan jelek si anak dan beberapa diantaranya mengakui sering diajak terhubung di internet via webcam untuk melihat dirinya sedang masturbasi.
Teman-teman si anak juga mengatakan bahwa anak tersebut memiliki ketertarikan yang ekstrim terhadap seks. Dia disebut tertarik kesemua wanita dari segala usia dan segala warna kulit. Fantasi seks yang dimiliki si anak sangat berlebih.
Dalam kamar si anak juga ditemukan vcd film porno dan majalah pornografi berisi foto bugil wanita-wanita dari segala usia. Kematian akibat terlalu sering melakukan masturbasi ini mengagetkan banyak pihak terutama pihak sekolah. Tercatat si anak bersekolah di kota Rubiato, di kawasan Bahia, Brazil.
Masturbasi atau onani adalah aktifitas seksual non penetrasi yang dilakukan sendiri atau dengan bantuan pasangan dengan tujuan mencapai kepuasan seksual. Pada dasarnya masturbasi tidak memiliki dampak negatif selain masalah psikologis yang mungkin muncul. Kejadian adanya remaja muda yang meninggal dunia karena terlalu sering masturbasi perlu di teliti lebih lanjut
komentar | | Read More...

photo tante sexy

Penulis : Unknown on Selasa, 20 November 2012 | 07.30

Selasa, 20 November 2012


komentar | | Read More...

gairah sex tukang jamu gendong



Pada saat itu saya sedang duduk-duduk di teras sambil menghirup udara segar tidak seperti di bandung yang sekarang sudah mulai tercemar polusi. kemudian setelah berselang beberapa menit, kemudian ada seorang wanita menggunakan capil (topi bambu berbentuk kerucut yang biasanya dipakai petani) dan menggendong sebuat bakul yang berisi botol-botol bekas syrup. Mukanya tidak kelihatan karena ditutupi capil coklatnya tapi terlihat dari tanganya kalau dia berkulit putih. mungkin karena saya lama memerhatikanya dia kemudian dia masuk dari pagar yang terbuka dan masuk keteras.
“jamunya tuan…..”
kemudian dia membuka capilnya. terlihat seorang wanita yang kira-kira berumur 28 tahun. mukanya cantik sekali, putih mulus dan tak satupun jerawat hinggap di wajah cantiknya.
“jamunya ada apa aja mbok”
“ada jamu kuat, encok, pegel linu, cekot-cekot, asam urat dst. (macam-macam sampai pusing mendengarkanya)”
“waduh maaf mbok, saya nggak sakit”
“oh… kalau begitu minum jamu ini aja mas, ini buat sehari-hari supaya tetap sehat”
“ya udah deh mbok, yang itu aja…”
kemudian dia mengeluarkan sebuah gelas kaca dan mulai tanganya mengambil bermacam-macam botol dan menuangakanya ke gelas itu seperti bartender. Saya diam diam meliahatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. rambutnya yang hitam panjang dan lurus menghiasi wajahnya yang bersih itu. dan terlihat badannya sangat sintal dan langsing singset dan kaki putihnya yang tidak ditumbuhi bulu-bulu. Terlihat dia sangat merawat dirinya. mungkin dirinya rajin minum jamunya itu. dari atas melihat gundukan payudaranya dibalik bajunya. terlihat payudaranya yang SANGAT BESAR dan kencang itu. rupanya dia tidak menggunakan BH. tapi tetap saya kesulitan melihat putingnya karena bajunya ketat. tapi putingnya pun tidak terlihat karena bajunya tebal
“ini mas jamunya”
“triam kasih”
kemudian saya minum jamunya sedikit demi sedikit sambil melihat wajahnya yang cantik itu sambil berbincang-bincang
“waduh mbok, jamunya enak banget”
“trima kasih mas…”
“andi, nama saya andi. nama mbok siapa”
“nama saya Sumirah”
“panggilanya siapa mbok sumirah?”
“terserah mas”
“kalo manggilnya mbok mirah boleh nggak?”
“boleh mas, tapi jangan panggil saya mbok, saya kan belum nenek-nenek(tertawa kecil)”
“iya mirah kamu masih muda, cantik lagi”
“ah mas bisa aja deh”
“pasti suami kamu pasti senang sama kamu” ucapan ini tersirat untuk menanyakan statusnya karena biasanya disini orang kawin pada umur 20 tahunan
“saya belum kawin mas”
“ohh begitu toh”
“ngomong-ngomong mirah sudah jualan jamu sejak kapan?”
“sudah 7 tahun”
“ohh gitu toh mbak, oh ini mbak sudah habis”
kemudian saya memberikan gelas kepadanya
“3000 mas”
kemudian saya berdiri dan mengambil dompet saya di kantong dan mengambil selembar 5000 an
“ini mbak”
kemudian saya menyenggol tanganya. halus sekali.
“ini mas kembalianya” kemudian saya menyenggol tanganya kembali
kemudian dia pergi dan menjajakan ketempat lain.
kemudian keesokan harinya saya ingin bertemu dia lagi sehingga saya kembali menunggu di teras rumah di pagi hari. cukup lama saya menuggunya sekitar setengah jam. tapi ujung hidungnya belum tampak juga. kemudian saya masuk kerumah. kemudian sekitar 3 jam kemudian terdengar sebuah ketukan di pintu depan. kemudian saya buka pintunya dan ternyata yang datang rupanya si mirah.
“mas andi, jamunya lagi nggak?”
“wahh… dari tadi sudah saya tunggu-tunggu kok nggak datang”
“iya mass tadi saya lagi nganter anak saya ke sekolahan”
kemudian saya bingung, “belum kawin kok punya anak sih?” gumamku
kemudian saya ajak ke dalam rumah saya
“ayo mbak masuk aja”
“trima kasih mas”
kemudian dia langsung masuk kerumah saya dan melepaskan sendal kumalnya di depan
“eh mirah jangan dibuka sendalnya!”
“nggak papa mas nanti ngotorin lantai mas aja”
kemudian dia masuk kerumah dan duduk beralas ubin
“em mirah kok duduk disitu sih”
“kan kebiasaan saya begini mas, masa tukang jamu duduk di kursi, kan nggak sopan?”
“ini kan di ruang tamu jadi nggak apa-apa ayo duduk”
kemudian dia duduk di sofa.
“nah gitu dong nanti kalo duduk di lantai masuk angin lo…”
“iya mas”
“oh ya mirah, kemarin minumanya bikin saya sehat dan bertenaga”
“maksih mas, mas mau minum itu lagi?”
“iya mirah”
kemudian dia mulai meramu minumannya. tapi perbincangan kami membuatnya berhenti sebentar-sebentar
“mirah, biasanya yang laku itu jamu apa?”
“oh, biasanya jamu buat perempuan sama jamu kuat mas”
“jamu buat perempuan itu apa aja?”
“jamu pembesar dan pengencang payudara dan pantat, kulit putih dan mulus & jamu rapet mas. biasanya pagi-pagi saja sudah laku mas”
rupanya menedengar begini saya penis saya sudah berdiri separo
“oh gitu toh, pantesan yang punya cantik sekali”
“ah mas bisa aja deh” katanya tersipu malu
“abis itu tetek kamu juga besar, pasti sering minum jamunya ya”
“ah mas ngga enak loh didengar orang”
“tenang mbak santai saja di sini cuman kita berdua, tapi yang tadi beneran lo mbak”
“oh itu gara-gara saya harus minum tiap hari”
“kok harus?”
“iya karena kalau rasanya beda berarti racikanya beda mas jadi hasilnya juga beda mas”
“oh gitu toh, ngomong-ngomong tadi mbak ini janda ya?”
“nggak mas”
“ngangkat anak angkat?”
“nggak mas, kok pertanyaannya seperti itu sih?”
“anu mbak saya bingung kok katanya nganter anaknya tapi belum nikah”
kemudian dia menumpahkan air jamunya ke lantai
“maaf mas nggak sengaja”
“enggak saya yang minta maaf saya lancang, saya mau ngambil pel dulu”
kemudian saya mengambil pel lantai di sudut ruang dan membawanya ke ruang tamu
“udah mas saya aja ngelap”
sebetulnya saya ogah-ogahan jadi langsung memberi pelnya ke mirah
“ini mirah”
kemudian dia langsung menjongkok di hadapan saya dan mengelap. ini adalah kesempatan emas melihat payudaranya. maju mundur maju mundur terlihat bukitnya bergoyang dengan indah tapi tetap putingnya tidak kelihatan tapi melihat separuh dadanya sudah cukup bagiku.
kemudian setelah itu dia kembali meramu jamunya
“sebetulnya begini mas, kisahnya memalukan mas… saya pacaran di desa terus main gituan sama dia, tapi dia melarikan diri”
“waduh maaf mirah kalau begitu”
“udah mas nggak papa, semuanya sudah terjadi nggak bisa kembali, lagipula ini juga salah saya, ini mas jamunya”
“ya makasih”
kemudian saya mengambil gelas penuh jamu itu dari tanganya
“saya jadi kepikiran mas”
“udah mas, itu kan masa lalu”
kemudian saya meneguk jamunya kembali
“mas emang udah pernah main gituan ya?”
“ya, emang kenapa?”
“nggak mas emang nggak takut hamil”, rupanya gadis ini gapsek (gagap seksual)
“mas kan punya ilmu biar nggak hamil”
“ah mas bisa aja deh…”
“betulan, mas nggak bohong”
“trus kesakitan nggak mas?”
“enggak, malah mau lagi”
“ah mas bohong ah”
“iya betulan”
“mas keliatan bohongnya, buktinya dulu saya begituan sakit”
“emang sama mantan pacar kamu diapain?”
“dulu pacarku pernah remas-remas itu saya, sakit mas, terus dia nunjukin itunya, saya ngeri mas ada bulunya kriwil-kriwil hiii”
saya tertawa mendengar ini
“terus gimana mbak?”
“dia masukin itunya ke ini saya mas, perih banget mas trus pas dikeluarin ada darahnya mas, trus saya juga pernah ngeliat orang begituan mas di mobil, pas dicium dileher, perempuanya mangap-mangap mas, trus lehernya merah mas.saya jadi takut padahal ibu-ibu yang beli jamu suka ngobrol katanya sama suaminya begituan senang banget”
“itu tandanya perempuanya keenakan rah , terus yang dikatain ibu-ibu itu bener rah”
“tapi kok saya sakit, apa saya kelainan mas?”
“nggak, kamu nggak kelainan, pacar kamu yang kelainan, mas bisa buktiin kalo begituan itu enak”
“nggak ah mas, nanti anak saya jadi dua deh, susah mas”
“lho… kan tadi mas sudah bilang, mas kan punya ilmu biar nggak hamil”
“bukan ilmu hitam kan mas?”
“iya dong, gimana, mau nggak?”
“nggak mas, trima kasih nawarin”
“eh mirah, mas nggak nawarin dua kali lho, mas janji kamu nggak hamil dan nggak sakit seperti yang kamu lakuin sama pacar kamu”
“gimana ya mas”
“udah bilang ya aja susah banget, mas bikin kamu keenakan bahkan mau lagi”
“tapi mas janji ya, kalo nggak mas saya laporin ke polisi lo mas”
“iya”
kemudian dia mengangguk-angguk kecil. berarti sudah ada lampu hijau buat saya. kemudian saya mendekatinya dengan duduk di sampingnya. saya berusaha mendekatinya. tapi iya bergeser menjauhiku terus-menerus, tapi akhirnya dia dipojok juga.
“rah, kalo kamu minggir terus, kamu nggak dapat enaknya nanti”
“saya ndredeg (deg-degan) mas”
“kalo gitu kamu merem ya”
kemudian dia merem. saya mendekatakan bibir saya ke mulutnya. kemudian saya mencium bibit merekahnya itu kemudian setelah itu saya melepaskan bibir saya
“gimana rah?”
“enak mas”
“ini ada yang lebih enak, caranya nanti mulut kamu kebuka terus lidah kita ketemu”
“ih mas jijik”
“kamu kan belum rasain, kamu coba dulu, pas ti ketagihan”
kemudian dia membuka mulutnya. kemudian saya memiringkan kepala saya dan mendekatakan kepala saya dan kami melakukan french kiss. “hmpphh…hmpph…” katanya yang membuatku bergelora. rupanya tanganya mendorong keras punggungku seakan-akan tidak ingin melepaskanku. kemudian terasa juga payudaranya dan putingnya di dadaku. konstan penisku naik dan sudah menempel di pinggangnya di balik bajuku. tanganku juga dipunggungnya juga merayap-rayap dan tangan saya surun ke bokongya yang bulat itu.
tak puas dengan bibir sensualnya itu, saya naik ke kupingnya. kupingnya saya gigit-gigit kecil dan lidah saya dengan nakalnya saya masukan kelubang telinganya. tercium aroma samponya.
“mas, geliii mas uhh sshhh ahhh”
cukup lama saya bermain dengan kupingnya kemudian saya turun ke lehernya dan menggigit kecil lehernya
“hmmpph ahh…uhh…”
desahanya berulang kali dan makin lama makin keras. tangan saya yang tadi di pantatnya sekarang sedang membuka kancing bajunya.
“sshhh mas apa-apaan nih ahh uhhh jangan mas ochhh”
tetapi saya terus melanjutkannya sambil menggigit-gigit kecil lehernya. kemudian setelah membuka kacaningnya. FANTASTIS! tertampanglah sebuah sepasang buah dada sempurna!, tidak menggantung, bulat,besar montok seperti buah semangka yang sudah siap untuk dipanen. lebih besar dari punyanya paini. kemudian saya turun di dadanya dan membenamkan muka saya diantara dua bola basket itu dan kedua tangan saya memegan dua payudara itudan menjepitkan muka saya. ohh enaknya, muka saya seperti dipijit-pijit. kemudian setelah itu saya mulai meremas-remas payudaranya
“ochhh… mass geli aduh ahhh…” katanya bertubi-tubi. kemudian saya mulai mengemut payudara kananya dan tangan kiriku melemas gunung satunya. saya mulai menggigit putingnya yang sudah menegeras dan menyedot payudaranya dengan kekuatan vacum cleaner “mas ngilu ahh… enak… terus mas ouch ouch” desahanya sambil menggelinjang tak karuan. setelah cukup lama kemudian saya berpindah kepayudara kirinya dan sekarang tangan kanan saya mulai meremas payudara kanannya yang bahsah terkena air liuruku. bedanya di payudara kiri terasa lebih keras dari pada yang kanan. saya pun bersemangat. kemudian setelah itu kedua tangan saya turun lagi dan menurunkan resletingnya di belakang. kemudian setelah itu saya melepaskan kancingnya dan terlihatlah sebuah pemandangan yang nggak kalah serunya sama bukitnya. Terlihat pahanya mulus tak berbulu dan saya mulai mengelus-elus kedua tangan saya di pahanya. rupanya dia kegelian “mas geli mas uhh” katanya sambil bergoyang. setelah itu saya menurunkan celana dalamnya yang berwarna merah muda dan ada simbol talinya berwarna merah yang terlihat sudah basah di depannya.
“mas jangan mas”
tapi tidak saya hirau kan perkataanya dan saya turunkan CD-nya dan tertampaklah sebuah vagina yang sudah basah dan menggembung dan pink merekah serta dihiasi asesoris bulunya yang tipis dan haitam itu dan setelah itu hidungku saya benamkan di lubanganya itu
“eh mass mau diapain ahhh mas geli mass uhh… ouch… ouch…” dan saya gesekan ke atas dan ke kiri. setelah itu, giliran lidah saya yang beraksi. saya memasukan lidah saya dan menggerayapi vaginanya. dia berdesah lebih keras lagi “mas ach..ach terus mas” katanya sambil menjambakku. kemudian akhirnya saya menemukan klitorisnya. desahan nya lebih keras lagi. “mas terus mas jangan stop mas terus ahhhhh ahhhhh”. kemudian setelah beberapa menit, “mas mau keluar mas” kemudian setelah berselang beberapa detik dia memuncratkan cairanya ke muka saya
“mas maaf nggak sengaja”
“nggak papa kok”
kemudian saya yang saat itu masih berpakaian lengkap saya buka sampai telanjang bulat. rupanya ia ngeri punya saya yang dihiasi bulu bulu hitam
“mas saya takut mas…”
“udah, nggak papa kok, sekarang kamu emut konthol saya”
“di emut mas?”
“iya diemut”
“enggak mau mas”
“lho kan tadi saya emut itu kamu masa kok saya yang diemut kok nggak mau”
“jorok mas, kan itu buat pipis”
“tenang rah, saya kalo cebok selalu pake sabun, terus jembutnya saya sampoin kok, tenang aja rah”
kemudian dia mulai mendekatakan mulutnya dan dia masih taku
“ayo rah, pegang punya saya”
“iya mas”
tetapi tanganya hanya di keatas kan, tapi tidak menyentuhnya, karena tidak sabar, saya menggapai tanganya dan langung mendekatkan tanganya ke penisku dan saya tuntun tanganya untuk mengocok penis saya. kemudian kepalanya saya pegang dan saya dekatkan ke penis saya. enak sekali rasanya, meskipun awalnya rada sakit (kena giginya) tapi kemudian teratur, begini rasanya dikocokin sama orang yang biasa megang botol jamu jadi kocokanya lebih enak dan nyaman seperti pengocok profesional, maju mundur maju mundur gerakanya sangat sempurna. “ahh mairah terus, kamu pintar ahh terus mirah uhhhh” saking enaknya. dan beberapa menit kemudian “mairah saya ingin keluar dan akhirnya “crruuut” saya mengeluarkan mani saya dimulutnya kerena lupa memberitahukannya.
“mas kok di mulut saya sih mas?, kan jijik tauk…” katahnya sambil membuang mani di mulutnya
“udah di telen aja”
“mas jangan sembarangan dong, masa ditelen?”
“kamu tau nggak, itu isinya protein semua, bahkan khasiatnya bisa ngalahin jamu kamu”
“ah mas kerjaanya bohong”
“mas nggak bohong, betulan kok”
“kalo tau gitukan nggak saya buang mas, kalo gitu sekali-sekali dimasukin botol aja mas biar buat campuran jamu saya”
aneh-aneh saja mirah ini
“mirah tolong bikinin jamu penambah tenaga biar mas kuat”
“iya mas”, kemudian dia mulai mengeluaran gelas dan mulai meramu lagi. saya pun tidak tinggal diam. saya duduk dibelakangnya dan kedua tangan saya memilin-milin putingnya
“mas, nanti tumpah loo”
tapi tidak saya hiraukan malah saya sambil cium tengkuknya
“mas geli mas mau tumpah lo mas”
kemudian setelah itu jamunya jadi saya suruh mirah memasukannya ke mulutnya tapi tidak ditelan kemudian setelah itu saya suruh berbalik badan dan kemudian kami french kiss lagi dan mentransfer airjamunya ke mulut saya. setelah jamunya habis saya telan, saya meremas payudaranya. efeknya jamunya dahsyat, setelah beberapa detik meminumnya, badan saya terasa panas dan penis saya berdiri lagi, urat-uratnya terlihat lebih menonjol dibanding sebelumnya kemudian setelah itu saya suruh mirah untuk tiduran
“mirah, kamu siap ya”
“iya mas. tapi janji beri saya kenikmatan tapi jangan beri saya anak ya mas”
“iya”
kemudian pertama kali saya menggesek-gesekan terlebih dahulu penis saya ke sekitar lubangnya
“mas enak mas udah mass masukin saja mass ahhhhh”
kemudian saya mulai memasukin liang surgawinya yang sangat kecil itu, bayangkan, saya meniduri seorang wanita yang meminum jamu rapet selama bertahun-tahun padahal tidak pernah behubungan. pasti sangat kecil sekali dan mengalahkan lubang orang perawan. tadi saja hampir tidak terlihat dibalik jembutnya. sehinggga saya juga sedikit kesusahan karena terlau sempit tapi perlahan lahan saya akhirnya berhasil memasukan seperempat dan perlahan-lan akhirnya penuh juga. setelah ful baru saya oper ke gigi 6. dengan gaya konvensional, saya mulai menjalankan kontak sexual. “ah ah ah uh mas och ouc yess ochhhh ahhhh terus mas ahhh” desahanya yang mengundang birahi siapapun yang mendengarkanya. enak sekali dijepit dengan vagina super sempit ini. enak sekali rasanya ahhh. melihat payudaranya yang juga bergerak. menambah semangatku untuk memuaskanya, setelah sepuluh menit, saya minta kepada mirah untuk berposisi doggy style. enak sekali, ini adalah posisi paling enak dengan bakul jamu ini, tak lupa saya meremas pantatnya yang semok itu dan sesekali memukulnya, dan tak lupa juga saya memegang rambutnya dan menariknya seperti naik kuda “yes yess ah ah ah enak terus mirah” genjotanya RUARR BIASA pijatanya yang memijat penisku enak sekali dan beberapa menit kemudian si mirah akhirnya orgasme juga. setelah itu saya capek menggoyangkan pingang saya saya suruh mirah sekarang untuk posisi woman on top. sambil tiduran yang mirah diatas saya sambil bergerak keatas-kebawah tangan saya meremas payudaranya yang extra besar dan extra empuk. beberapa menit kemudian saya ingat janji saya pada mirah, saya yang juga ingin keluar langsung melepaskan penis saya dan melepaskan mani saya di lantai. kami berdua mengehentikan permainan ini karena permainan kami cukup lama (40 menit) gara-gara pengaruh jamu kuatnya mirah bahkan mirah orgasme 3kali.
“gimana mirah, enak kan?”
“iya mas, betul kata mas”
“lain kali kalo kamu mau kamu tinggal ke rumah saya kalo sedang liburan kesini”
“iya mas, terima makasih ya mas”
“iya”
Kemudian kami saling bericiuman.
“mas, saya hampir lupa, jamu sehat sama jamu kuat jadinya 7000 mas” masih aja ingat jamunya
“ini mirah kamu saya kasih bonus jadi 50 ribu” (disini uang dua puluh ribu saja sudah dibilang banyak
Setelah ini kami sering kontak fisik dengan mirah baik dirumahnya (apabila anaknya kesekolah) maupun dirumah saya dan tidak lupa saya kasih uang kadang-kadang buat bayar sekolahan anaknya. kadang-kadang kami sering threesome dengan paini. ya enak seperti saya threesome dengan ina(baca nikamtanya tidur dengan pembantu dan baby sitter) tapi bedanya kalo saya three some sama paini itu “pertarungan antar Toket gede”.
Demikian cerita saya kalau ada salah ketik saya mohon maaf
kalau anda berkenan saya akan menceritakan memanen anaknya si mirah (kalo anda mau)
komentar | | Read More...

nikmatnya ketika sedang selingkuh

SELINGKUH itu memang nikmat kalau tidak berhasil diketahui oleh pasangan kita. Tapi bila ketahuan,  bisa jadi perkara besar nantinya. Ketika sedang menjalani perselingkuhan nikmat, mungkin perasaan kita bak di surga. Sebaliknya kalau sudah ketahuan bakal jadi perkara besar, mungkin perasaan itu bagai di neraka. Ehemm. . . postingan ini tidaklah dimaksudkan sebagai inspirasi untuk ditiru.

Tidak bisa dipungkiri lagi di jaman edan ini tampaknya para penikmat selingkuh semakin edan pula. Ada yang berani melakukan bukan saja ketika tidak sedang berada di sisi pasangannya resminya. Seorang teman  yang berselingkuh dengan teman pacarnya bercerita. Ia mengaku sangat menikmati perselinkuhan itu dibanding ketika ia bersama pacarnya. Wowww…!!! sungguh jaman sudah edan.



Seperti tak percaya. Namun setelah saya bertanya-tanya kepada teman yang juga berselingkuh! Ternyata memang benar, mereka merasa nikmat ketika berselingkuh.
Justru itu jadi kenikmatan dan sensasi tersendiri.
hemm. . tidak jarang perselingkuhan antar pasangan yang berhasil tertangkap kamera saat menikmati selingkuh dengan pasangan mereka.

Berikut ada beberapa foto hasil perburuan di berbagai situs di internet untuk menunjukkan betapa menikmatinya mereka yang berselingkuh saat berada di sisi pasangannya. Haha. .  . haha. . . hhaa. . .




















komentar | | Read More...

cerita sex istri muda yang kegatelan

Penulis : Unknown on Senin, 19 November 2012 | 14.22

Senin, 19 November 2012

ah-ini-dia-171ANDAIKAN Istadi, 51, tidak macem-macem gaya hidupnya, niscaya takkan dipermalukan di akhir hayatnya.

Tapi itulah kaum lelaki, baru bisa ngliwet kenthel (masak nasi pera) sedikit saja sudah berulah pengin poligami. Istri tak mengizinkan, nekad kawin siri. Padahal, di saat “nyetrom” istri mudanya, tiba-tiba ajal menjemput.

Tiap lelaki punya kecenderungan pemuja seks, sehingga tak puas hanya dengan satu obyek. Kalau duitnya banyak, woooo….. ngentek-entekake (ngabis-ngabisin) daun muda. Contoh paling anyar, tuh artis Cici Paramida.

Sudah mau berkorban menikah dengan “kakek” kaya, nggak tahunya tak seindah warna aslinya. Belum genap tiga bulan berumahtangga, langsung terjadi “Perang Baratayuda” 12 seri. Padahal nikahnya di Mekah, dan saksinya Menteri Pemuda dan Olahraga segala. Eh, nggak tahunya….!

Istadi bukanlah orang kaya. Dia bisa makan tiga kali sehari dengan porsi cukup dan pera, belumlah lama. Tapi lagaknya sekarang, wahhhhhh …..bukan main! Belum jadi konglomerat sudah berambisi mengumbar syahwat. Bagaimana tidak?

Setelah banyak obyekan di kantor, dia mulai main cewek. Bila pulang kerja sampai larut malam, katanya lembur. Padahal aslinya, hanyalah “lempengin burung” bersama gebedan baru. Maklumlah, dengan uang sepertinya semua bisa digoyang!

Klimaksnya, warga Mangunsari, Lumajang (Jatim) ini kemudian mengajukan proposal poligami pada istrinya, Samini, 45. Tapi tanpa dibaca dari A sampai Z, sang istri langsung menolak permohonan suaminya. Malahan dia dikuliahi panjang lebar, ketika rejeki mulai mengucur, mbok iyao pandai bersyukur.

Usia mulai menua, mbok yang getol mencari pahala, bukan paha melulu….,” kata Ny. Samini memberi pencerahan pada suami tercinta.

Akan tetapi Istadi tak menggubris nasihat bininya tersebut. Kata-kata bijak itu hanya masuk telinga kiri, kembali lewat telinga kiri pula. Selebihnya, dia bertekad akan memaksakan kehendak. Tak dapat izin dari bini nggak masalah. Masih banyak jalan lain ke Roma. Tak bisa menikah secara negara, kan masih bisa menikah secara siri. Yang penting si doi mau dinikahi dengan cara-cara seperti itu.

Eh, ternyata Ida, 25, gebetan barunya memang tak keberatan. Katanya, SIM sementara nggak apa, yang penting motor itu sudah bisa dinaiki secara halalan tayiban wa asyikan!

Hanya tempo 2 minggu berikutnya, Istadi sudah berhasil menikah siri melawan Ida warga Desa Suko Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang. Sejak itu wajah dan penampilan lelaki ini makin ceria saja.

Maklum, kini sudah punya dua “kendaraan” sekaligus. Tubuhnya belakangan juga semakin bersih dan mulus. Maklum, setelah ber-“slendro pelog” (baca: poligami), Istadi kini rajin mandi. Ya mandi konvensional, juga mandi junub seperti lazimnya suami istri.

Karena namanya nikah siri, dengan sendirinya segala perilaku Istadi selalu diam-diam. Seperti beberapa hari lalu misalnya. Ketika dia mau menggilir bini keduanya, pamitnya pada istri di rumah mau lembur di kantor sampai malam.

Padahal maksud sebenarnya, hendak spooring balancing dan amplas platina di rumah istri muda. Dan seperti biasa, bila sudah masuk kamar Ida, keduanya umeg (asyik) sampai lupa waktu. Keluar kamar hanya untuk makan, setelah itu: lanjutkan!

Untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Ketika baru saja menyelesaikan “partai tambahan”, tahu-tahu Istadi merasa pusing hebat. Digosok balsem tak juga mempan, malah tak lama kemudian dia klepeg-klepeg meregang nyawa. Gegerlah warga Desa Soka.

Ketika polisi datang, masih ditemukan bercak-bercak seperma pada “burung” kesayangan Istadi. Itu memang tak menjadi masalah. Yang jadi masalah, bagaimana Ida harus menjelaskan kematian suami sirinya pada Samini di rumah.
komentar | | Read More...

ISTRI MANDOR TEBU DI TIDURI REKAN KERJANYA | cerita dewasa

Add caption

Apes banget nasib Kamsidi, 35, dari Lampung ini. Bekerja di pabrik gula, api nasibnya tak selalu manis. Bayangkan, ditinggal menunggui kebun tebu, eh di rumah istrinya, Watini, 28, malah “disesep-sesep” teman sendiri, persis batang tebu yang dicolong anak-anak. Ya Tuhaaaaan!

Teman dalam suka begitu banyak, teman dalam duka bisa dihitung dengn jari, itulah dinamika kehidupan. Tapi paling jahat dalam dunia pertemanan adalah, jika si teman malah “bersuka-suka” dengan istri kita. Betapa sakitnya rasa dan jiwa ini, manakala suami bekerja membanting tulang, istri di rumah malah “banting-bantingan” di kamar bersama sang teman. Lalu di mana makna persahabatan itu, jika istri malah menjadi wahana mencari kenikmatan?

Ini bukan isapan jempol, tapi sungguh dialami oleh Kamsidi, yang bekerja di sebuah pabrik gula di Tulangbawang, Lampung Timur. Dia bersahabat dengan Nurba’in, 36, tapi lelaki ini malah menodai nilai persahabatan itu sendiri. Ketika Kamsidi sedang bekerja mengawasi kebun tebu di tengah malam, di rumah si Nurba’in malah menyelinap di balik kain. Kain siapa? Ya kain Watini, istri Kamsidi. Mau cara apa dia di situ, ya mana penulis tahu!

Ketika kecil, Nurba’in – Kamsidi memang sekampung. Mereka teman main yang akrab, tapi kan bukan berarti kemudian boleh “main-main” dengan istrinya. Memang Kamsidi wataknya begitu longgar, dia memberi kebebasan mana kala sahabat lama itu main ke rumahnya. Apa saja yang di rumah boleh ikut makai. Dari sepeda motor, sampai handuk untuk mandi. Yang tak boleh hanyalah dua macam, yakni: pakai sikat gigi miliknya, dan tentu saja……memakai istrinya!

Apesnya, Nurba’in tak bisa menghargai nilai persahabatan yang dibangun lelaki dari Perumahan Ganesha, Batanghari, Lampung Timur, ini. Diam-diam dia malah mengincar Watini, istri Kamsidi yang memang lumayan sekel nan cemekel tersebut. Makin celaka lagi, aspirasi urusan bawah Nurba’in mendapat respon positip dari tuan rumah. Walhasil mana kala Kamsidi sedang tugas jaga kebun tebu di Tulangbawang, dia malah berani berlama-lama di rumahnya. Komplitlah jadinya pelayanan untuk Nurba’n. Ya numpang makan, ya “numpangi” istri Kamsidi.

Hal ini tentu saja menimbulkan kecurigaan bagi warga segenap kampung. Enak buat Nurba’in, sangat menyesakkan dada bagi pengurus RT berikut jajarannya. Tapi untuk bertindak drastis, warga masih mencoba menahan diri, sebab belum memiliki data otentik. Dengan demikian selama ini mereka baru sekadar mengamati, sampai di mana sepak terjang Nurba’in atas diri Watini. Jika ada dugaan “hil-hil yang mustahal” itu semua baru sebatas wacana. Sedangkan kata Gus Dur saat jadi presiden dulu, bila hanya wacana dijamin takkan ditangkap.

Selama ini kunjungan Nurba’in atas istri Kamsidi hanya 4-5 jam saja dalam sehari. Tapi belakangan, kok sudah mulai berani menginap, lalu pagi harinya pulang dengan wajah sumringah. Penduduk pun semakin curiga, pastilah semalam dia dapat pelayanan “sporing balansing” dan “tune up” ibaratnya mobil di bengkel. “Kasihan banget Kamsidi. Di Tulangbawang dia jaga kebun tebu, di rumah bininya “disesep-sesep” bak batang tebu,” kata penduduk menduga-duga.

Akhirnya, ketika beberapa hari lalu kembali menginap, dan lampu depan dimatikan begitu Nurba’in masuk, penduduk pun menggerebeknya. Di dalam ditemukan Nurba’in Cuma koloran doang, seperti habis ngapain gitu. Dia pun diseret ke rumah Pak RT dan diinterogasi. Tapi dia bersikeras tak mau mengaku bahwa telah “nyesep-nyesep” bini Kamsidi. Dia hanya mengaku bahwa sudah bersahabat dengan Kamsidi sedari kecil. Karenanya, setiap numpang tidur di rumah Watini, ya murni numpang makan dan tidur saja, tak ada yang lain-lain.
komentar | | Read More...

BERCINTA DI DAPUR ATASI KEBOSANAN


PETUALANGAN cinta bersama pasangan bisa dinikmati di mana saja. Kamar tak selamanya memberikan sensasi kenikmatan lebih. Bosan bercinta di kamar, Anda pun bisa mencoba di lokasi sensasional seperti dapur.

Dapur memiliki berbagai sudut lokasi unik yang bisa Anda eksplor bersama pasangan. Mulai dari meja hingga bagian samping kompor, Anda tetap bisa memberikan pelayanan ekstra pada pasangan. Bahkan, Anda bisa memasak dan menikmati hidangan pembuka terlebih dahulu, kemudian ditutup dengan pertempuran yang mengasyikkan.

Mengintip lebih dalam skenario seksi bercinta di dapur rumah, Anda bisa mencoba berbagai cara unik seperti yang dilansir Askmen.


Lantai dapur

Jika Anda pernah menyaksikan film 9½ Weeks, Anda tahu bahwa adegan bercinta duduk di lantai dapur dengan lemari es terbuka dan mata tertutup sambil menyuapi pasangan merupakan pengalaman cukup erotis.

Kali ini Anda bisa menikmati posisi bercinta doggy style bersama pasangan. Melakukannya di lantai dapur bisa sangat menyenangkan bagi pasangan. Tapi sebelumnya, pastikan Anda telah mempersiapkan berbagai atribut penting, seperti bantal atau selimut sebagai pendukung.

Di depan freezer

Posisi ini terbilang sangat bagus bila Anda mencobanya di saat musim panas. Pasalnya, hawa sejuk yang pasangan rasakan mampu membuatnya kian bergairah.

Buka freezer dari lemari pendingin yang terletak di dapur Anda, sementara itu Anda bisa membelai seluruh tubuhnya. Lambat laun pasangan siap menerima ”serangan” Anda dan sensasi dingin semakin meningkatkan hasratnya.

Di atas meja makan

Mengeksplor permainan di atas meja makan merupakan kegiatan menyenangkan. Dengan duduk di tepi meja, pasangan bisa bersandar dengan kedua tangannya, angkat dan pegang salah satu lututnya, dan Anda pun mulai bisa melancarkan ”serangan”.
komentar | | Read More...

5 kuli bangunan telah memperkosaku | cerita sex

Namaku Nia, saat itu usiaku 18 tahun dan aku baru saja lulus dari SMU. Aku memang belum pernah menceritakan detail diriku. Nama lengkapku Lavenia, ya aku memang lahir dari darah campuran, papi-ku orang Indonesia dan mami-ku dari swedia. Aku lahir di Swedia, ketika ayahku bekerja sebagai duta Indonesia disana. Aku bisa dibilang memilki wajah indo, paling jelas terlihat di hidungku yang mancung, bibir tipis menghiasi mulutku dan tulang pipiku yang dibilang paling menarik oleh teman-temanku serta rambut yang panjang lurus sepunggung. Selain rajin merawat wajah, aku juga selalu merawat tubuhku, aku suka sekali fitness di gym, atau sekedar jogging pagi-pagi setiap hari minggu. Hal itu membuat tubuhku langsing dan terawat, selain tentunya aku juga diet.

Aku memutuskan untuk melanjutkan studi-ku ke Australia, Namun tahun pelajaran di Australia belum dimulai, aku terpaksa menunggu sekitar 2 bulan sebelum aku berangkat kesana. Jadilah aku menganggur di rumah sambil menunggu saat itu tiba.
Saat ini Di rumahku sedang ada renovasi, Papi ingin membuat dua buah kamar lagi di lantai atas yang diperuntukkan sebagai kamar tamu, letaknya bersebelahan dengan kamarku. Oh iya, aku adalah anak tunggal, saat itu papi-ku sedang berdinas keluar negeri, yaitu ke swedia, dan mami ikut kesana untuk mengunjungi saudara-saudaranya yang tinggal disana, sebenarnya aku ditawari ikut, tapi aku menolak karena malas, entah kenapa aku ingin sekali menikmati waktu-waktu ku di rumah sebelum aku berangkat ke Australia. Di rumah aku tidak sendirian, ada seorang pembantu wanita yang telah lama bekerja di rumahku, mbak Siti, dan 5 orang kuli bangunan yang bekerja merenovasi rumahku. Sebenarnya ada juga supir dan tukang kebun yang juga bekerja di rumahku, namun mereka berdua sedang pulang kampung.
5 orang kuli bangunan itu ramah terhadapku, aku pun mengenal mereka dengan baik karena mereka sudah 3 hari bekerja di rumahku. Si pemimpin namanya pak Hasan, pria 40 tahunan dengan badan besar dan agak gendut dan kulit hitam serta kumis tebal di bawah hidungnya. Ada juga si Asep pemuda 30 tahunan berbadan ceking, tiga lainnya Udin, Jamal, dan Ronny yang berusia sekitar 20 tahunan. Mereka semuanya ramah dan rajin sekali dalam bekerja, namun aku tidak menyadari pikiran-pikiran kotor dibalik keramahan mereka.
Pagi itu Mbak Siti meminta izin padaku untuk mengunjungi keponakannya yang sakit keras di Cirebon, dan katanya ia akan pulang selambatnya keesokan harinya. Sebenarnya aku agak ragu memberikan izin itu padanya, namun wajahnya yang memelas membuatku tak tega, akhirnya ia pun berangkat pagi itu juga. tinggallah aku sendiri bersama 5 orang kui bangunan itu di rumah, tidak apalah pikirku aku cukup berani di tinggal sendirian aku kan sudah bukan anak kecil lagi.
Saat itu sekitar jam 9 pagi dan aku sedang bermain basket di halaman belakang rumahku. setelah agak lelah aku beristirahat di teras belakang rumahku. Kudengar pak Hasan memanggilku.
“Non, non Nia…”
“Iya ada apa pak?” jawabku
“Ini non, kami mau istirahat sebentar sambil nonton-nonton VCD di ruang keluarga boleh?”
“Oh iya ngga apa-apa pak…hidupin aja”
“Baik, terima kasih non” pak Hasan pun menghilang dari pandanganku.
Aku pun segera naik ke kamarku untuk mandi kemudian tidur siang. Sayup-sayup kudengar irama musik dangdut mengalun dari ruang keluarga. Pasti dari CD yang diputar pak Hasan dan yang lain pikirku, dasar orang-orang kampung.
Jam 12-an siang aku terbangun. Entah kenapa perasaanku agak gundah, setelah mencuci muka aku beranjak ke CD playerku, aku ingin sekali mendengarkan artis favoritku Norah Jones. Aku pun terlarut di kamarku terbuai oleh lagu-lagu favoritku.
Entah kenapa aku teringat sesuatu, yaitu VCD hasil rekaman handy cam-ku bersama sahabat-sahabatku ketika aku mengerjai adik kelasku Sherry di sekolah tidak terdapat dalam tumpukan koleksi CD-ku. Akupun terkejut, ini memang kebodohanku sendiri yang suka menaruh barang-barang penting seasalnya saja. Hatiku mulai gundah, bagaimana kalau mami-ku atau papi-ku menemukannya. Namun aku mulai berpikir mungkin mbak Siti yang suka membereskan kamarku yang memindahkannya, aku akan segera menelponnya, namun sebelum aku beranjak ke pesawat telepon aku mendengar ketukan pada pintu kamarku.
“Siapa ?” tanyaku.
“Pak Hasan non Nia” jawab suara dari balik pintu, aku pun bergegas membukanya.
Pak Hasan dan teman-temannya berdiri di depan pintu kamarku sambil menyeringaikan senyum. Aku pun merasakan hal yang tidak beres terjadi, hatiku berdegup kencang.
“Ada apa pak ?” tanyaku.
“He..he..enggak non, barusan kami liat film yang non buat…” wajah pak Hasan menyeringai.
“Iya, yang ada tulisan ‘Sherry’nya di kotaknya itu loh non…” Ronny menambahkan sambil tersenyum mengerikan.
“Iya, non disitu bagus banget loh mainnya…kita sampe…sampe ngaceng Non he..he…” Pak Hasan menambahkan lagi.
Sekejap jantungku berdegup kencang, ternyata VCD itu mereka yang temukan. Habislah aku.
“Bapak dapat itu dari kamar saya kan ? kenapa bapak masuk-masuk kamar saya tanpa izin ?!!” aku mulai marah.
“Tenang Non, non ngga mau kan sampe papa dan mama non tau CD ini ?” Pak Hasan mengernyitkan dahinya.

“Jangan macam-macam ya pak, saya bisa lapor polisi !!” aku mengancam.
“Kalo non lapor polisi, bukannya non yang malah rugi, gini deh Non, non kasih aja maunya kita…” Pak Hasan berusaha menyudutkan aku.
“Ok, bapak mau uang berapa, sebut saja, nanti saya ambil dulu di ATM…”
“Bukan, bukan uang non…” Pak Hasan memotong pembicaraanku.
“Tapi….” wajahnya kembali menyeringai lalu berbisik padaku.
Akhirnya aku hanya bisa pasrah, mereka ingin sekali menikmati tubuh remajaku yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Aku pun tidak bisa menghindar lagi, aku rela mereka menikmati tubuhku ketimbang mereka melaporkan ini pada mami dan papi, saat itu aku tidak bisa berpikir panjang, kemauan mereka kuturuti.
Aku pun menelepon Sherry yang saat itu masih bersekolah di kelas 2 sebagai perjanjian dengan 5 kuli mesum yang juga ingin menikmati tubuh mulus Sherry. Aku terpaksa berbohong padanya bahwa aku ingin mengajaknya pergi shopping sorenya, makanya sepulang sekolah aku menyuruhnya langsung ke rumahku.
Kini aku berbaring diatas tempat tidurku mengenakan kaos tanpa lengan dengan celana pendek ketat. 5 kuli-kuli mesum itu pun mulai melaksanakan aksi mereka. tak henti-hentinya mereka mengagumi tubuhku sambil tangan-tangan mereka merambah bagian-bagian sensitif dari tubuhku.
“Non Nia emang punya body yang bagus he..he…berapa umurnya non ?” tanya Asep.
“De…delapan belas…” jawabku.
Hatiku berdebar ketika tangan-tangan itu membelai paha dan betisku dengan lembut. Perasaan takut dan jijik bergejolak di hatiku menghadapi perkosaan 5 kuli kasar ini yang sedang mengerubungi tubuhku.
“Memang beda ya sep, ABG gedongan sama perek kampung…” Jamal berkata.
“ya iyalah, Bego lo mal, ini kan non Nia pasti beda lah rasanya, jauh lebih terawat, ya kan non ?” Asep tersenyum padaku.
Perlahan pak Hasan melucuti kaos tanpa lenganku, sementara Asep dan Jamal masih sama membelai-belai sambil menciumi paha putihku, mereka terbuai oleh kemulusannya. Setelah melucuti kaos ku pak Hasan sentak membuka BH putihku, membiarkan udara dingin AC meyentuh kulit payudaraku yang berukuran 34B.
“he…he…Toketnya oke juga non, bapak udah pernah ngerasain yang lebih gede dari ini, tapi ngga yang semulus dan seindah punya non he…he…” Pak Hasan kulihat terpesona dengan keindahan payudaraku. payudaraku memang tidak besar tapi karena aku sering berolah raga bentuknya kencang dan padat, dengan kulit putih yang selalu kurawat dan puting kemerahan.
5 kuli mengerubutiku diatas tempat tidurku yang kecil, membuatnya jadi sesak, sehingga aku sulit bernafas, aku meronta-ronta tapi Udin meraih kedua tanganku ke atas lalu mengikatnya dengan ikat pinggang yang ia pakai ke ujung ranjang sehingga aku pun semakin memberontak.
“Cukup pak, cukup…atau saya teriak…”
“tenang non, tenang…ingat VCD itu non, kalo papa mama non tau, bagaimana…” Pak Hasan berusaha menenangkan aku.
Ah, alangkah cerobohnya aku, jika saja aku menyimpan VCD itu di tempat yang aman ini semua tidak akan terjadi.
“Tenang ya non Nia, nikmati saja…” pak Hasan dengan kasar meremas payudaraku sementara Jamal dan Asep yang sudah bernafsu mulai menanggalkan celana pendekku.
Aku masih saja memberontak ketika tangan pak Hasan dengan kasar meremas payudara kananku sementara Udin memilin puting payudara kiriku, kemudian mereka pun bersamaan menjilati putingnya. Tidak sampai disitu mereka meyapu seluruh permukaan payudaraku dengan jilatan-jilatan erotis dan menghisap putingnya seolah ingin menyusu dari puting payudaraku. Di tengah pemberontakanku, tubuhku bergetar menghadapi rangsangan-rangsangan itu.
Sementara Jamal dan Asep sudah menanggalkan celana dalamku, aku dapat merasakannya dari udara dingin AC yang menyentuh kemaluanku. Aku juga selalu merawat kemaluanku, setiap aku mandi selalu kubersihkan dengan sabun khusus agar tetap bersih dan harum. Ini kulakukan agar pacar-ku saat itu, David, tidak mau berpaling dariku.
Tiba-tiba saja aktivitas mereka terhenti oleh bunyi bel dari pagar rumahku. Pak Hasan mendekap mulutku agar aku tidak berteriak. Ini pasti Sherry pikirku, kuharap ia tidak sendirian, mebawa seorang teman atau lebih baik lagi kalau ia membawa pacarnya Ivan. Pak Hasan memberi tanda kepada Jamal dan Asep yang bergegas menuju pintu pagar. Pintu pagar ke kamarku memang jauh, rumahku bisa dibilang luas halaman depan diisi garasi 4 mobil dan sebuah taman besar sementara halaman belakang diisi lapangan basket kecil dan kolam renang. Jarak rumahku dan rumah tetangga juga bisa dibilang cukup jauh, karena besarnya halaman rumah yang kumiliki, sekencang apapun ku berteriak, kecil kemungkinannya didengar oleh tetangga-tetanggaku.
Tiba-tiba saja suasana kamarku sepi, kulihat wajah Udin, Ronny dan pak Hasan yang resah menunggu Asep dan Jamal. Aku memanfaatkan momen ini untuk mengambil nafas sejenak. Tak berapa lama pintu kamarku terbuka, kulihat Sherry masuk masih berseragam SMA ditemani Jamal dan Asep. Ia nampak Shock melihat aku yang telanjang bulat sedang dikerubuti 3 orang berwajah kasar diatas tempat tidur.
“Tenang non Sherry…tenang…” pak Hasan menghampirinya lau membisikkan sesuatu ke Sherry, sepertinya ia memberitahukan perjanjian yang kubuat dengan mereka.
“Tapi ni…gue…” wajah Sherry memelas menatapku.
“Maafin gue Sher, ini salah gue…maaf…” air mata menetes dari mataku seketika hatiku terasa ditikam pisau ketika aku tahu aku mengkhianati sahabatku sendiri.
“Nggaa !!! Tolooongg !!” Sherry berteriak kencang sambil berusaha melarikan diri, namun dengan sigap Asep dan Jamal meraih tangannya.
Sherry meronta-ronta sambil menangis, Jamal mendekapnya berusaha menenangkannya.
“Sher, udah…ngga usah ngelawan !!! biar ini cepat selesai…” aku berusaha menenangkan Sherry diantara isak tangisku.
“Lo sahabat gue kan ? Sher, gue mohon, maafin gue, tolongin gue Sher…” Sherry menatapku dengan tatapan mengiba namun juga diselingi kemarahan kulihat air mata mengucur deras di pipinya.
Sherry meronta lagi tapi tidak sekuat sebelumnya, Jamal menghempaskan tubuh Sherry ke Sofa tak jauh dari tempat tidurku. Jamal, Asep dan pak Hasan berusaha menenangkannya.
“Nah sekarang lanjut lagi…” kata pak Hasan, ia berpindah dari sofa menuju tempat tidurku, ia bertukar tempat dengan Udin yang menuju ke sofa.
“Non Nia, tadi sampai dimana…”pak Hasan tersenyum mengerikan menghadap wajahku.
Kata-kata kotor keluar dari mulutku sambil kudengar Sherry meronta-ronta dan berteriak-teriak minta tolong. Pak Hasan mengambil posisi di hadapan vaginaku, sementara Ronny kembali menyergap rakus puting payudaraku. Pak Hasan meraih kedua pahaku dibukanya lebar-lebar, sehingga membuat posisiku mengangkang.
“Non, bapak cobain ya…” pak Hasan mulai memainkan jarinya di permukaan vaginaku, ia membuka bibir vaginaku sambil tangan satunya menjelajahi pahaku hingga pangkalnya. Ia mengorek-ngorek vaginaku dengan jarinya sambil memainkannya.
Aku mendesah dan meronta, sementara Ronny dengan liar menyapu permukaan payudaraku dengan lidahnya, kemudian menyusuri perut sekitar pusarku, naik lagi ke payudara, kemudian beralih keketiakku, leher sampai akhirnya berakhir di bibirku. Ronny memaksaku membuka mulut, tanpa kusadar kulayani permainan lidahnya di bibirku.
Keringat mulai membasahi tubuh telanjangku, meski ruangan kamar ini ber-AC. Eksplorasi lidah dan jemari Ronny pada tubuh bagian atasku, serta permainan jari pak Hasan pada vaginaku dan sentuhan-sentuhannya pada paha, pinggul, serta pantatku membuat birahiku berdesir. Rontaanku pun melemah ketika lidah pak Hasan mulai membasuh bibir vaginaku yang yang bersih dan ditumbuhi bulu halus yang jarang.
Aku melirik ke Sherry, kulihat tubuhnya melemah ketika tiga orang kuli itu menikmati bagian-bagin tubuhnya. Rok SMU-nya tersingkap sementara Jamal ada disana menikmati kemulusan dan putihnya paha Sherry yang berkulit lebih putih dari aku, ia juga keturunan indo, hanya saja papa Sherry orang Amerika, tubuhnya langsing mulus tanpa cela, wajahnya imut-imut meskipun ia duduk di kelas 2 SMU orang masih mengira ia anak SMP. Rambut Sherry panjang sebahu dengan warna agak kemerahan.
Kulihat payudara Sherry tidak lepas dari permainan 3 kuli itu. BH-nya sudah terletak di lantai, tersisa seragam SMU yang telah terbuka kancingnya serta tangan-tangan Udin dan Asep yang meremas kedua bongkahan payudara Sherry yang montok dengan puting merah muda itu. Payudara Sherry memang lebih besar dari milikku dengan bentuknya yang kencang dan menggoda, dan kurasa itulah hal yang sangat menarik cowok-cowok di sekolahku untuk membicarakannya.
Pak Hasan kulihat mulai menelanjangi dirinya, begitu juga dengan Ronny. Aku melihat penis Ronny yang menegang itu mendekati wajahku.
“Ayo non, isep non…” Ronny memerintahkanku mengoral penisnya.
Perintah Ronny tidak kukabulkan, ia masih saja memaksa penisnya dengan menempelkannya ke wajah dan bibirku, aku meronta menoleh kekiri dan kanan untuk menolaknya. Tiba-tiba saja kurasa tamparan mendarat di pipiku, kulihat wajah Ronny yang berang mengerikan.
“Ayooo !!! isepp nooon !!!” wajah Ronny kulihat sangat mengerikan dan satu tamparan mendarat lagi di pipiku, aku tak punya pilihan, jantungku berdegup kencang, kubuka mulutku.
Ronny memaksa penisnya memasuki mulutku, sampai membuatku tersedak dan ingin muntah menghirup aroma penisnya. Perutku mual, namun tidak lama kemudian Ronny mulai memompa penisnya di bibirku. Aku tidak dapat melihat pak Hasan dengan jelas, karena tertutup Ronny namun kurasakan pada vaginaku ia sedang menggesek-gesekkan penisnya disana. Aku tidak dapat melihat sebesar apa miliknya, namun perkiraanku miliknya jauh lebih besar dari milik pacarku saat itu David.
Lagi-lagi kulirik Sherry, kulihat ia dalam posisi duduk di sofa, kedua tanganya direntangkan sambil dipegangi Udin dan Asep, sementara Jamal memposisikan wajahnya dihadapan kemaluan Sherry yang sudah tanpa celana dalam sambil tangannya memaksa Sherry mengangkang. Kulihat vagina Sherry yang bersih tanpa bulu-bulu itu sedang dibasuh oleh jilatan-jilatan dari lidah Jamal, kulihat bibir vaginanya memerah dan mengkilat karena air liur Jamal. Kulihat pinggul Sherry bergerak kesana kemari, wajahnya terlihat ketakutan sambil menggumam tak jelas.
Ronny menghentikan pompaannya, ia mencabut penisnya dari mulutku, aku sedikit bisa bernafas sambil terbatuk-batuk. Ronny lalu membuka simpul ikat pinggang yang diikatkan ke tempat tidurku, namun kedua tanganku masih terikat, aku tidak tahu apa rencana mereka selanjutnya. Tiba-tiba pak Hasan mendekap tubuhku dan mengangkatnya, ia memindahkanku ke kamar mandi yang juga terletak di kamarku ini. Ia meletakkan tubuhku diatas Bath tub-ku yang memang luas ukurannya dengan posisi terlentang. Ronny kembali mengikat tanganku kehandle yang terletak disana.
Tiba-tiba pak Hasan menyalakan Shower yang terletak diatas bath tub-ku. Siraman air dari shower itu membasuh tubuhku dan membuatku kedinginan. Tak berapa lama seluruh bagian tubuhku basah kuyup, kulihat pak Hasan berdiri tegak diatasku dengan penisnya yang mengacung keras, akhirnya aku dapat melihat bentuknya dengan jelas, memang ukurannya besar sekali, jauh lebih besar dari milik pacarku ataupun milik Andre, penjaga sekolahku yang juga punya penis besar.
“Non, sekarang bapak mau rasain memek non ya…”
“Jangan pak…ampun….” aku memohon ampun pada pak Hasan, namun ia kelihatan tidak memperdulikannya.
Ia meraih kedua kakiku dengan tangannya kemudian merentangkan kedua kakiku hingga pahaku menyentuh dadaku. Sebentar ia melihat ke arah vaginaku, aku hanya bisa memberontak pelan, tubuhku lemas akibat dinginnya air yang membasuh tubuhku.
Pak Hasan akhirnya membimbing penisnya menuju vaginaku. Meski aku melakukan perlawanan ia tetap berusha menembus bibir vaginaku dengan penis besarnya.
“Ooougghh…Rapet banget sih memeknya non, susah nih masuknya…” gerutu pak Hasan.
“Ampuun pak…jangan perkosa saya…” aku hanya bisa memohon.
“Dipaksa aja pak” Ronny yang menonton memberi saran pada pak Hasan
Tiba-tiba pak Hasan menyentakkan pinggulnya berusaha menembus lobang sempit itu, aku merasakan sensasi nikmat luar biasa sambil merasa kesakitan yang sangat, aku pun berteriak kecil.
Dengan beberapa hentakan lagi pak Hasan berhasil membenamkan penisnya di lubang vaginaku. Aku merasakan kenikmatan dicampur rasa jijiik harus menghadapi lelaki bejat ini.
Perlahan pak Hasan memompa penisnya di lubang vaginaku, aku merasa denyutan penisnya memijit dinding-dinding vaginaku yang menjepit erat penisnya. Tanpa sadar akupun mulai terbuai menikmati permainan ini, Mulutku mulai mengeluarkan desahan-desahan yang semenjak tadi kutahan. Sementara Rony dengan santai melihat persetubuhanku dengan pak Hasan sambil merokok dan duduk di kloset WC.
Pak Hasan mempercepat gerakannya, dengan gaharnya ia menggenjot tubuhku yang lemah ini di bawah pancuran air shower. Aku hanya bisa meringis kesakitan sambil mendesah dan menggumam.
“eemmhh…ssst….aaah…pak…ssstt…aaah… ” desahan-desahanku membangkitkan birahi pak Hasan untuk menggenjot tubuhku lebih keras.
Posisiku menghadap ke pintu kamarku, sejenak kulihat keadaan Sherry. Sherry sudah dipindahkan ke atas tempat tidurku kulihat posisi tubuhnya menungging dengan pantatnya terangkat keatas dan wajahnya tepat berada di selangkangan Asep, posisi tubuhnya membelakangi aku, pasti Sherry sedang dipaksa mengoral penis Asep pikirku. Meskipun masih memakai seragam dengan seluruh kancingnya terbuka, bagian bawah tubuhnya sudah telanjang, Sherry hanya mengenakan kaos kaki panjang hampir selututnya dan sepatu ketsnya. Kulihat bongkahan pantat Sherry yang putih dan seksi itu sedang menerima penyiksaan dari Jamal dan Udin. Mereka menamparkan penggaris plastik panjang milikku ke permukaan kulit pantat Sherry. Terkadang kulihat pinggul Sherry bergetar menahan sakit ketika penggaris itu menampar pantatnya yang menungging keatas. Kuihat juga bekas-bekas tamparan penggaris itu berupa jalur-jalur merah dipermukaan kulit pantat Sherry yang putih mulus itu.
Tiba-tiba saja aku tersentak, karena genjotan pak Hasan makin kencang, dengan rakusnya ia menciumi wajahku sambil tangannya dengan liar meremas payudaraku. Tubuhku tergoncang-goncang dengan liar, sementara sodokan pak Hasan kian kuat, sekitar 5 menit sudah persetubuhan ini berlangsung, Aku mulai merasakan getaran-getaran orgasme.
Benar saja, berselang beberapa detik, aku merasa seluruh tubuhku bergetar, sensasi yang jarang kurasakan sebelumnya, otot-ototku serasa mengembang meberi kenikmatan luar biasa, aku meraih orgasmeku. Sementara pak Hasan masih saja menggenjot lubang vaginaku.
“Aaaaghhh…bapak keluar ni non…”
“Jangan di dalam pak…jangan…” Aku buru-buru meminta.
Pak Hasan segera mencabut penisnya dan menumpahkan spermanya diatas selangkanganku, sperma yang kental sekali.
Tubuhku serasa hancur, lemas sekali, sementara air pancuran itu masih saja membuatku menggigil. Sepertinya aku tidak bisa bangkit dari tempat itu, ketika pak Hasan keluar dari bath tub itu, sementara kulihat Ronny menyeringai menuntut gilirannya. Tubuhku terasa lemas sekali saat Ronny perlahan mengangkat tubuhku dari bath-tub. Ia menggendongku menuju koset kemudian duduk disitu. Pak Hasan beranjak keluar untuk melihat keadaan Sherry.
Aku duduk dipangku oleh Ronny di kloset itu, saling berhadapan lalu ia mengalungkan tanganku yang terikat ke bahunya, kemudian meremas remas payudara dan pantatku.
“waaah non Nia….tubuhnya mulus banget…” 2 tangan Ronny menjelajah seluruh bagian tubuhku mulai dari pantat, pinggul, pinggang, paha dan payudaraku yang kesemuanya dalam keadaan basah.
“Wangi juga lagi non…waaah ngga tahan saya nih….” Ronny menghirup wangi tubuhku.
“Sudah cukup pak…ampun…saya udah ngga kuat lagi…” aku memohon pada Ronny karena tubuhku terasa lemas semuanya, namun Ronny hanya menanggapi dengan senyuman mengejek.
“Enak aja non, pak Hasan kan udah…sekarang giliran saya…”
Sesaat kurasa sebuah benda hangat bergesekan dengan vaginaku, aku langsung mengetahui bahwa Ronny siap menyetubuhiku. Perlahan benda itu terasa makin membesar saja, Ronny mengangkat tubuhku sedikit, kemudian tangannya menuntun penisnya menembus lubang vaginaku yang memang sudah basah. Ia tidak menemukan kesulitan menembus lubang vaginaku, idak seperti pak Hasan tadi. Sensasi baru menjalari tubuku, ketika dinding vaginaku menjepit erat benda hangat berdenyut-denyut itu.
Beberapa detik Ronny membiarkanku menarik nafas, kulihat wajahnya tersenyum keenakan. Ia menciumi bibirku dengan rakus, kemudian memainkan tangannya pada bongkahan pantatku dengan meremasnya lalu turun menelusuri kulit mulus pahaku yang masih basah. Ronny sedikit mendorong tubuhku ke belakang untuk menikmati kenyalnya payudaraku denagn bibirnya lalu menghisapi puting kemerahan itu.
Ronny mulai menggoyang pinggulnya perlahan, penisnya terasa bergerak-gerak di dalam vaginaku. Menghadapi “serangan-serangan” Ronny ini aku mulai panas, rasanya berbeda dengan pak Hasan yang memperlakukanku dengan kasar. Tanpa kusadai kulayani permainan lidahnya di bibirku dengan lidahku. Aku juga mulai menikmati genjotan-genjotan Ronny yang memompa penisnya di vaginaku.
Panas mulai merasuki tubuhku, keringat ku bercampur dengan air yang masih membasahi tubuhku sejak tadi. Ronny mempercepat persetubuhan ini, genjotannya terkadang perlahan terkadang cepat. Membuat aku semakin kepayahan. Kurasa hampir 5 menit peretubuhan ini berlangsung namun tidak kulihat adanya tanda-tanda orgasme dari Ronny, sementara aku akhirnya memperoleh orgasme pertamaku. Kudengar samar-samar di luar kamar mandi Sherry mengerang dan mendesah, kurasa ia juga sedang menghadapi hal yang sama denganku.
Tiba-tiba saja kulihat Jamal masuk ke kamar mandi, ia cukup iri melihat Ronny yang sendirian saja menikmati tubuh ABG muda ini.
“Oi Ron, curang lo sendirian aja, bagi-bagi donk…” Jamal meminta bergabung dengan Ronny sambil melepas celananya.
“Ayo mal, hajar aja ni cewe, belakangnya masih kosong tuh” Ronny memperbolehkan Jamal bergabung.
Aku hanya tertunduk lemas ketika Jamal mendorong sedikit punggungku, dan dari belakang ia mencoba memasukkan penisnya ke lubang anusku. Aku tidak dapat melihat dirinya, yang kurasa hanya nyeri di sekitar lubang pantatku ketika Jamal dengan paksa memasukkan penisnya kesana. dengan bantuan tangannya ia merah pinggulku untuk memudahkannya memasukkan penisnya.
Kurasakan nyeri yang luar biasa ketika penis itu perlahan menembus lubang pantatku, aku berteriak, namun Jamal tidak menghentikan aksinya, sementara Ronny beristirahat dari genjotannya untuk mengumpulkan energi lagi.
“******, Ron sempit banget ni lubang pantat, seret aahh…” Jamal menekan kembali penisnya.
“Aaaakh…Sudah pak cukup, jangan disitu, AAAkkkhhh…” aku berteriak berkali-kali menahan perih yang mendera kedua lubang itu. Beberapa saat kemudian Jamal berhasil membenamkan penisnya di lubang pantatku. Setelah menarik nafas sejenak, Jamal dan Ronny mulai menggenjot tubuhku. Awalnya dengan irama pelan, mereka bergantian menggenjot vagina dan lubang pantatku.
“Mmmhhggg…Aaaghhh…Ron lo mesti cobain ni lubang pantat, seret banget…aaaghhh..” racau Jamal kepada Ronny.
“Aaghh…Memeknya juga nikmat mal, basah, masih sempit lagi..” balas Ronny.
Sial pikirku, aku berada diantara tubuh 2 kuli kasar yang sedang menyetubuh tubuh mudaku yang kurawat selama ini. Namun perlahan aku merasakan sensasi baru disetubuhi 2 orang di saat yang bersamaan. Meskipun perih kurasakan, namun kenikmatannya setimpal dengan penderitaan yang kurasakan.
“mmhhh…aaahh…aaaahh…sshhtt…aaah…” desahku terucap mewarnai pemandangan aneh ini.
Cukup lama juga mereka menyetubuhiku, lebih lama dari pak Hasan tadi. Sampai akhirnya Jamal menahan gerakannya kemudian mencabut penisnya dari lubang pantatku lalu memuncratkan spermanya di atas bongkahan pantatku, saat itu juga aku berorgasme sambil meliukkan tubuhku. Tubuhku jatuh lemas di pangkuan Ronny yang masih menggenjot vaginaku, Jamal sepertinya sedang membersihkan sisa-sisa sperma pada penisnya di bath tub. hanya berselang puluhan detik kemudian, kurasa tubuh Ronny menegang ia memekik perlahan kemudian menyemburkan spermanya di dalam vaginaku. aku baru teringat ini bukan masa suburku, untung saja pikirku.
Aku dan Ronny duduk terdiam diatas closet sambil mengumpulkan tenaga, kudengar desahan-desahan dan erangan-erangan dari arah kamar, Sherry pasti juga sedang disetubui pria-pria maniak itu. Tak lama kemudian Udin dan Asep yang belum menikmati tubuhku menghampiri aku dan Ronny di kamar mandi.
“Udah selesai Ron? gantian ya kita pake…” Udin memberi tanda kepada Ronny
Ronny hanya menganggukkan kepala dan membiarkan aku yang sudah lemah diangkat oleh Asep dan Udin menuju kamarku. Di kamarku kulihat Sherry tergeletak di lantai dengan posisi menungging, sementara pak Hasan dengan liar menggenjot vagina Sherry dari belakang. Aku diletakkan bersebelahan dengan Sherry dengan posisi terlentang. Udin meraih pahaku kemudian mengangkangkan kakiku. Setelah puas menikmati payudaraku, Udin menyetubuhiku dalam posisi missionary.
Aku melihat Sherry tampak kepayahan disebelahku, aku berpikir betapa senangnya lima kuli kasar ini bisa meyetubuhi 2 remaja SMA yang kini tergeletak bersampingan. Setelah Udin menyemburkan spermanya di atas payudaraku, Asep gantian menyetubuhiku. Hal yang sama juga terjadi pada Sherry, kita berdua dipakai bergiliran oleh lima pria maniak itu.
Pemerkosaan ini berakhir malam hari sekitar jam 9, ketika pintu pagar dibuka oleh mbak Siti yang pulang lebih cepat dari dugaan, karena tidak mendapatkan tiket kereta ke kampungnya. Namun 5 kuli itu sudah membuat perjanjian dengan aku dan Sherry untuk merahasiakan perbuatan biadab mereka dan VCD milikku mereka sita untuk berjaga-jaga. Kini aku tidak tahu lagi kabar mereka, yang pasti aku dan Sherry sudah melupakan kejadian mengerikan yang terjadi waktu itu karena kecerobohanku dan aku tetap bersahabat dengannya.
komentar | | Read More...
ads

Popular posts

 

Copyright © 2011. dolapdolop | kumpulan puisi dan lagu . All Rights Reserved.
Design Template by dpdp | Support by creating website | Powered by Blogger