Head Line :
Home » » inilah alasan dilarang bonceng motor ngangkang di ACEH

inilah alasan dilarang bonceng motor ngangkang di ACEH

Penulis : Unknown on Senin, 07 Januari 2013 | 01.22


Beberapa saat lalu, pemerintah Lhokseumawe, dalam rangka penerapan Sariat berencana melarang wanita duduk mengangkang saat dibonceng. Artikel ini saya tulis sebagai bentuk kritik dan saran penerapan yang seharusnya.
Alasan
Alasan mengapa wanita duduk membonceng harus tidak mengangkang yang dikemukakan oleh Yahya adalah sebagai berikut
  1. Budaya malu, salah satu bentuk dari budaya ini adalah kalau naik kereta (sepeda motor) duduknya menyamping bagi perempuan.

  2. Duduk menyamping ini tujuannya agar marwah dan martabat perempuan tetap terhormat di jalan raya, demikian pula dengan kemulyaannya.

  3. Kemulyaan wanita tak sama dengan laki-laki, memang harus berbeda. Jika duduk mengangkang, seakan-akan wanita itu seperti laki-laki, padahal keindahan dan kemulyaan wanita ada pada kelembutannya.

  4. Selain itu, dengan duduk menyamping, wanita akan terhindar dari duduk peluk-pelukan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya di atas sepeda motor. Selama ini kita lihat di jalan raya, banyak perempuan dan laki-laki yang duduk berpeluk-pelukan, padahal bukan muhrimnya.
sumber
http://regional.kompas.com/read/2013/01/06/15052719/Wawancara.dengan.Wali.Kota.Lhokseumawe.Soal.Duduk.Mengangkang.
akan saya bahas 1 persatu sebagai bahan kuliah hari ini.
1. Di aceh ada yang namanya budaya malu, salah satu bentuk dari budaya ini adalah kalau naik kereta (sepeda motor) duduknya menyamping bagi perempuan.
Dalam konteks ini
Wanita >< Pria
Duduk menyamping >< Duduk mengangkang
Kesimpulan bisa salah satu dari hal berikut.
  • Wanita duduk menyamping lebih menjaga kemaluannya dibanding wanita yang duduk mengangkang saat di bonceng

  • Pria duduk menyamping justru tidak  menjaga kemaluannya karena jika ya tidak hanya berlaku untuk wanita. Berlaku juga untuk pria.

  • Wanita yang mengemudi motor mungkin saja sebaiknya duduk menyamping, hanya saja sangat susah jadi tidak diberlakukan

  • Dimanapun sebaiknya wanita duduk menyamping agar menjaga kemaluannya.
Kesimpulan diatas sesuai dengan kenyataan bahwa jika wanita duduk mengangkang maka akan menggoda yang lain, namun justru kontradiksi ketika wanita duduk menyamping dan para penonton ada di samping. Dalam kasus bonceng motor, justru duduk menyamping dengan rok akan tidak menjaga kemaluan.  Tapi hal itu juga kandas, karena di Lhokseumawe diberlakukan wanita harus menggunakan rok panjang.
Bahasan nomor 2
Duduk menyamping ini tujuannya agar marwah dan martabat perempuan tetap terhormat di jalan raya, demikian pula dengan kemulyaannya.
Kesimpulannya adalah
  • Saat di jalan raya duduk menyamping lebih bermartabat bagi wanita

  • Tidak ada kesimpulan bahwa saat di jalan raya duduk menyamping lebih bermartabat bagi pria

  • Dengan duduk mengangkang saat dibonceng, martabat wanita lebih rendah
Bahasan nomor 3
Kemulyaan wanita tak sama dengan laki-laki, memang harus berbeda. Jika duduk mengangkang, seakan-akan wanita itu seperti laki-laki, padahal keindahan dan kemulyaan wanita ada pada kelembutannya.
Kseimpulannya
  • Wanita yang duduk mengangkang itu seperti pria, oleh karena itu wanita yang ingin menikah harus belajar menjadi pria

  • Pria tidak usah duduk menyamping

  • Duduk mengangkang itu tidak lembut
Bahasan nomor  4
Selain itu, dengan duduk menyamping, wanita akan terhindar dari duduk peluk-pelukan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya di atas sepeda motor. Selama ini kita lihat di jalan raya, banyak perempuan dan laki-laki yang duduk berpeluk-pelukan, padahal bukan muhrimnya.
Ini alasan paling masuk akal.
Kesimpulannya
  • Dengan duduk menyamping, wanita akan terhindar dari duduk peluk-pelukan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya di atas sepeda motor

  • Wanita yang membonceng jika duduk mengangkang akan lebih mudah peluk-pelukan dengan pengemudi, pria ataupun wanita, muhrim maupun bukan muhrimnya, oleh karena itu duduklah menyamping

  • Karena pria yang menjadi pembonceng, tatkala dikemudiakan oleh wanita, haruslah berlaku duduk disamping agar tidak memeluk sang pengemudi. Atau jika susah duduklah mengangkang namun menghadap ke belakang

  • Wanita yanbg membonceng kepada oengemudi wanita, atau pria yang membonceng kepada pria juga harus dilarang agar tidak berpelukan dan tidak menjadi maho atau lesbi

  • Jika tidak bisa duduk menyamping,duduklah menghadap belakang, namun jika tetap memnimbulkan masalah. buatlah batasan dengan menaruh tas diantara pengemudi dan pembonceng. Atau belilah motor yang tempat duduknya lebih panjang.
Share this article :
 

Copyright © 2011. dolapdolop | kumpulan puisi dan lagu . All Rights Reserved.
Design Template by dpdp | Support by creating website | Powered by Blogger